| Subscribe | Twitter | Download software and mp3 | Pharmacist Forum's | Entalphi's Blog |
Latest News

Collyrium, Guttae, Gargarisma dan Infusa

Senin, 16 Maret 2009 , Posted by bhogey at 09:32


Share

Ini merupakan praktikum kedua dari mata praktikum farmasetika dasar, diampu oleh mbak sapa itu yak,lupa,,hhe. Baiklah, ini dasar teori yang saya gunakan padasaat praktikum.

Guttae adalah sediaan cair yang berupa larutan, emulsi, atau suspensi yang dimakssudkan untuk obat dalam ataupun obat luar, digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan pada penetes baku dalam farmakope Indonesia.
macam-macam guttae :

  • Guttae Oris (obat tetes mulut)
  • Guttae Auriculares (obat tetes telinga)
  • Guttae Nasales ( obat tetes hidung)
  • Guttae Ophthalmicae (obat tetes mata)

Collyrium adalah obat tetes yang digunakan untuk mengobati mata yang terinfeksi oleh suatu mikroorganisme (psedomonas Aeroginosa). Apabila ada kontaminasi dengan bakteri ini akan dapat merusak mata,maka obat tetes harus steril, isotonis/isohidris agar tidak mengiritasi mata karena mata sangat sensitif. Obat mata biasanya multiple dose dan perlu zat pengawet. Adapun syrat pengawet antaralain :
  1. Bersifat bakteriostatik dan fungiostatik
  2. Tidak mengiritasi jaringan mata, kornea dan konjungtiva
  3. Kompatibel dengan obat-obat mata
  4. Tidak menimbulkan alrgi pada mata
  5. Dapat mempertahankan aktivitas dalam kondisi yang normal

Gargarisma atau obat kumur adalaah sediaan berupa larutan yang umumnya dalam bentuk pekat yang diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan, dimaksudkan sebagai pencegahan atau pengobatan infeksi tenggorokan. Tujuan utama penggunaan obat kumur adalah dimakudkan agar obat yang tekandung didalamnya dapat langsung terkena selaput lendir disepanjang tenggorokan dan tidak dimaksudkan dimaksudkan menjadi pelindung selaput lendir. Oleh karena itu obat berupa minyak yang memerlukan zat pengsuspensi dan obat yang yang bersifat lendir sesuai untuk dijadikan obat kumur. Penyimpanan dalam wadah berupa botol warna susu atau wadah lain yang cocok. Penandaannya dalam wadah botol berupa botol warna susu atau warna lain yang cocok. Penandaan pada etiket harus juga tertera :
1. Petunjuk pengenceran sebelum digunakan
2. "Hanya untuk kumur, jangan ditelan"

Infusa adalah sdiaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia dengan air pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit. Pembuatan campur simplisia dengan derajat halus yang sesuai dalam panci dengan air secukupnya. Panaskan diatas penangas air selama 15 menit terhitung mulai suhu mencapaai 90 derajat celcius sambil sesekali diaduk. Serkai Selagi Panas melaalui kain flanel, tambahkan air panas sevukupnya melalui amplas sehingga diperolah volume infus yang ddikehendaki. Infus daun senaa dan infus simplisia yang mengandung atrisi, diserkai setelah dingin. Infus daun sena, infus adam jawa dan infus simplisai lain yang mengandung lendir tidak boleh diperas. Asam jawa sebelum dibuat infus dibuang bijinya dan di remas dengan air hingga deperoleh massa seperti bubur. Pada pembuatan infus kina ditambahkan larutan asam sitrat p.10% dari bobot simplisia. Kecuali dinyatakan lain dan kecuali untuk simplisia yang tertera dibawah. Infus yang mengandung bukan bahan berkhasiat keras, dibuat dengan menggunakan 10% simplisia. Untuk pembuata 100 bagiab infus berikut, digunakan sejumlah yang tertera :
  • Kulit kina 6 bagian
  • Daun digitalis 0,5 bagian
  • Akar Ipeka 0,5 bagian
  • Daun kumis kucing 0,5 bagian
  • Sekale Koinutum 3 bagian

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Poskan Komentar