Papyrus - Cindra mata dari mesir.
Sore tadi saya mampir ke kost teman yang dahulunya kost tersebut adalah kostku pada waktu aku duduk dibangku SMA. Nah, kebetulan datanglah temanku yang baru saja pulang dari kampus. Teringatlah saya bahwa ia telah dititipi oleh-oleh dari mesir dari salah seorang teman yang saya kenal dari mobile chating menggunakan mig33. Oleh-oleh tersebut adalah papyrus. Kamu tahu papyrus?? Nah dari pada mati gaya, mendingan dipake buat posting blog kan??hhee. Disini saya akan memberikan informasi tentang papyrus dengan sumber dari Wikipedia.
Papirus atau Papyrus (nama ilmiah: Cyperus papyrus) adalah sejenis tanaman air yang dikenal sebagai bahan untuk membuat kertas pada zaman kuno. Tanaman ini umumnya dijumpai di tepi dan lembah Sungai Nil. Kira-kira 3500 SM, bangsa Mesir Kuno sudah memanfaatkan papirus. Mereka pada saat itu membuat kertas dari kulit-kulit tipis atau kulit-kulit halus papirus, sebelum kertas (seperti yang kita kenal sekarang) ditemukan.
Papirus dikenal sebagai sebuah obat; dalam agama Islam dicatat dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, berdasarkan informasi dari Abu Hazm bahwa dia mendengar Sahl bin Sa'd As Sa'idi menanyakan tentang obat yang digunakan untuk mengobati luka Nabi Muhammad SAW pada waktu Perang Uhud. Maka ia berkata : "Wajah beliau terluka, gigi serinya pecah dan helm di kepala beliau hancur. Fatimah az-Zahra membersihkan darah, dan Ali bin Abi Thalib menuangkan padanya air dengan perisai. Ketika Fatimah melihat bahwa air tidak menahan darah kecuali semakin banyak, maka dia mengambil sepotong tikar, lalu membakarnya hingga menjadi abu, dan lalu melekatkannya pada luka itu, maka berhentilah darah yang mengalir".
Al Kahal bin Tharkan menjelaskan hadits ini. Menurutnya, tikar yang dimaksudkan di dalam hadits tersebut adalah tikar yang terbuat dari papirus. Pada masa itu tikar banyak terbuat dari tumbuhan ini. Abu yang berasal dari papirus mempunyai pengaruh yang bagus dalam menahan darah karena ia mengandung zat pengering yang kuat dan kurang menyengat. Abu ini, jika ditiupkan sendiri atau bersama cuka ke dalam hidung orang yang mimisan, akan menghentikan mimisan.
Di samping itu, seperti dituturkan Abdul Mun'im Q dalam bukunya At-Tadawy bil Qur'an (Pengobatan dalam Al-Qur'an), di dalam tumbuhan ini terkandung garam mineral dengan kadar yang besar; zat inilah yang akan menjadi abu setelah daun-daunnya dibakar. Abu ini sangat halus butir-butirannya hingga mencapai derajat yang besar dan ukuran butir-butirannya dapat mencapai ukuran tepung perekat yang mampu menahan pendarahan berkelanjutan. Inilah yang menambah keluasan permukaannya. Di antara khasiat terpenting dari permukaan ini adalah sifatnya yang mudah menyerap. Artinya, ia mengumpulkan pada permukaannya unsur-unsur lain dari kondisi yang ada padanya. Karena itu, membakar tumbuhan ini akan menghasilkan abu yang steril serta mempunyai khasiat untuk membantu membersihkan luka dan menghentikan pendarahan juga akan membentuk penutup dan pembalut yang mencegah menyusupnya mikroba dan jasad-jasad renik lainnya.
Karakteristik media papirus ini memang dikenal oleh banyak bangsa. Di India, misalnya, minyak mentah yang terbuat dari papirus banyak digunakan untuk memperlancar air seni. Lebih dari itu, kulit bunganya dimanfaatkan sebagai pembalut luka dan obat bagi jaringan yang hidup.
Nah setelah membaca tulisan diatas, tenyata terdapat fungsi lain dari papyrus yang selama ini saya ketahui hanya sebagai sarana untuk menuliskan setsuatu yang jaman dahulu dijadikan sebagai kertas. Papyrus ternyata memiliki fungsi sebagai tanaman obat pula. Tambah deh pengetahuan farmakognosiku,hhe
oh iya, terimakasih untuk bunga yang udah ngasih aku ini papyrus.





Currently have 0 komentar: