| Subscribe | Twitter | Download software and mp3 | Pharmacist Forum's | Entalphi's Blog |
Latest News

"Anda Bisa di Penjara 5 Tahun"

Selasa, 14 April 2009 , Posted by bhogey at 04:27


Share

Weekend minggu lalu aku sudah merencanakan matang-matang apa kegiatan yang akan saya lakukan. Saya akan liburan di semarang.hha. Rencana sbelumnya sebenarnya saya akan berangkat naik bus, eh tapi ternyata saat aku terbangun di kamis pagi, ada SMS dari temenku yang disemarang. Ternyata dia akan kejogja dan saat itu dia sudah sampai dimagelang (gubrakk). Tadiny hari jumat aku akan berangkat, tapi kok malah dia kejogja. Tak apa, tenyata dia cuma sebentar ajaa dijogja. Tujuannya hanyalah untuk membeli alat laboratorium yang di pecahkanny,hha. Sudah dua kali kejogja dan hanya untuk membeli itu alat. Katanya sih kalo beli dijogja itu murah. Kenapa ga titip ma aku aja coba??

Setelah 2 malam ia menginap dirumahku, kami sepakat untuk pergi kesemarang sabtu pagi. Perjalaananpun dimulai. Perjalanan kurang lebih 3 jam dengan motor shogun tahun 2000an yang mesinnya sudah diotakatik (bukan tambah bagus,tambah ancur) dan Jok motornya yang menurun dari belakang kedepan seperti 'prosotan' (biasa anak muda buat ngeboncengin cewek,hha) pantatku panas tak karuan. Pokoknya itu motor dah gak cocok lagi dah buat perjalanan jauh. Ya tapi dibuat enjoy aja sih.

Saat sampai di magelang, perasaan was-wasku terhadap polisi muncul. Si temanku ini sedikit menrobos lampu merah, eh si polisi ngliatin aku sambil meniup pluitnya.
Waaa, kabur deh kami, masuk-masuk jalan ga jelas,hha.

Lepaslah sudah dari polisi magelang, jalan terus. Sesudah melewati ambarawa, si temanku ini penasaran dengan petunjuk jalan yang bertuliskan "Semarang alternatif". Kalau dari jogja ini adanya sebelum pasar daerah Bawen yang ada di kiri jalan atau sebelum kuburan cina di kanan jalan. Lumayan memotong jalan sih, tapi di akhir jalan ini dan akan tembus lagi ke jalan Raya, Pak polisi lagi nongkrong disana.
Ada Raziaa!!!!
Perasaanku ga enak nih disini. Benar saja, Ban dari motor temanku tadi bukanlah ban standar untuk motornya. Ukurannya labih kecil dari standar. Disana saya melihat polisi kejam sekali, tidak seperti di jogja. Kalau di jogja, apabila ada razia sedikit sekali yang di vonis untuk mengikuti sidang. Namun jika di ungaran (ibukota kab.Semarang) ini, Polisi dan yang ditilang sampai perang mulut, tetap saja polisi yang menang dan disuruhnya ikut sidang. Sidangnya sendiri diadakan 1 Mei, lama banget bro.
Ada juga yang sampai mohon-mohon agar di selesaikan di tempat saja, polisi tetap menyuruhnya sidang, gara-gara ga ada SIM.
Aku cuma bisa tersenyum, ingin sekali aku mengabadikannya dengan kamera HPku. Sangat ingin sekali.

Kami sendiri beruntung bisa deselesaikan di tempat. Biaya yang ditanggung sangatlah tinggi. Rp.110.000 harus kami berikan ke polisi.
Bayangkan, aku hanya membawa uang 70 ribu saja di dompet. ATM sudah kering. Hmm, terpaksa saya harus mengeluarkan setengahj dari biaya tilang. Kesal sekali rasannya, sudah sampai di 3/4 perjalanan, kami malah terhambat dengan hal seperti ini.

Rasa ingin mengabadikan peristiwa tersebut sudah memuncak. Saya keluarkan HP butut dangen kamera 1,3 MP, saya menangkap gambar pak polisi dan mobilnya yang berwarna warni.
Tak disangka tak dinyana, ada yang menarik saya dari belakang dan itu adalah polisi

"heh, ngapain kamu??" tanya pak polisi sambil mencengkram bagian belakang jaketku.

Aku jawab "kenapa pak??"

"Kamu punya etika enggak?? ngambil foto sembarangan ! saya bawa ke polres kamu! " bentak si polisi sambil merampas HPku;
waaa, kaki saya gemeteran dan sebenernya saya masih bingung, ada apa ini.

"Buat apa kamu ambil foto??" tanya polisi lain.

aku jawab aja " buat sekedar dokumentasi pak, buat kasi tau orang tua, buat bukti kalau saya tadi di ditilang" sedikit membual sih. Sekitar 5 polisi mengrumuniku. 2 polisi diam saja, 1 polisi mengotak-atik HPku, 2 lagi ngocehin aku.

Polisi : Kamu dulu disekolah apa ga diajari etika, kan ada pelajaran PPKN
Aku : Diajari pak, tapi gak di ajari kalo ga boleh ambil foto pak polisi
Polisi : Ya setiknya kamu tu tahu etika
Selanjutnya aku hanya menjawab "iya" saja

Polisi muda dengan muka rada-rada meringis bertanya lagi "Kamu tau ga, seperti ini kamu bisa depenjara berapa lama?? Bisa 5 tahun kamu ditahanan"

Gubrakk, yang benar saja, hanya mengambil foto saja 5 tahun?? eh emang potonya kenapa sih ga bole diambil?? Aku juga masih heran kenapa.
Aku terus saja meminta maaf pada pak polisi, dan akhirnya HPku dikembalikan.

"inget, jangan diulangi lagi, ini saya bantu kamu, kalo ga kamu bisa di sidang" kata pak polisi.
pak polisi lain datang dan bilang " bisa di penjara berapa lama tadi??"
" 5 tahun pak,hhe" kataku sambil tersenyum.

hha, akhirnya, bebas juga. Tadinya raut muka pak polisi mengerikan sekali, seakan seolah-olah benar-benar mau membawaku ke kantor. Bebass, segera kabur aku dari situ.

Saya masih heran, kenapa sih ga boleh di foto??
masa sih hukumannya 5 tahun penjara??
wah kalo memang kaya gitu memalukan sekali,hha.mendingan jadi koruptor. Para koruptor yang banyak memakan uang rakyat saja banyak yang sudah bebas kurang dari 5 tahun. Kalo masuk berita mah masih keren,misalkan punya kasus Penyelewengan dana BLT, dan pnyelewengan-penyelewengan lainnya,hhe, lha aku, "Seorang mahasiswa dipenjara 5 tahun karena memfoto polisi",wakakakakak ga lucu!!!!!!

Currently have 4 komentar:

  1. aanyelier says:

    huahua,. gokil myank :))

    trus poto2 na tuh di delete ho.oh??

    ahh,. jgn2, yg bakal di penjara tuh si polisi itu klo ketauan lg malakin uang damai :D

  1. dawiecool says:

    itu karna dia takut. yang 110rb itu kan tidak akan masuk ke kas negara. tapi ke kantong polisi itu. kalo tidak salah, ngapain risih. ya gak..

  1. bhogey says:

    @ deank : hha, di apus deank, asem, lucu tapi og,hha

    @ dawie : benul,hha, tapi semoga aja ga kaya gitu,hho

  1. afis says:

    Bilang aja ke pak polisi, mau jadi fotografer pak. hehehe ...

Leave a Reply

Poskan Komentar