Salahkah??
Sebuah pengalaman pahit dari sebuah hidup seorang pengecut yang tak berani mengambil keputusan dengan tepat. Terdesaknya ia antara dua pilihan namun tak satupun ia merasakan apa yang ia idam-idamkan. Sesal selalu diakhir.
Pada suatu masa ia mengidam-idamkan seseorang wanita yang membuatnya terpesona. Hanya wanita biasa, tidak ada satupun yang terlihat istimewa darinya. Selalu seperti itulah seorang pengecut tersebut merasakan cinta, hatinya selalu lebih kuat dari matanya.
Waktu bergulir sebagaimana mestinya, sang pengecut pun mampu mengambil hati sang wanita. Yah, mereka salaing mengenal diwaktu yang tepat, disaat hati sang pengecut kering kerontang dan disaat hati sang wanita sedang bimbang menjalani hubungan dengan sang pangerannya disana.
Ya, wanita itu sudah punya pangeran, dan pengecut tahu itu. Namun pengecut tetap saja tak menyerah, bahkan sikap sang pengecut dan wanita tersebut seperti sudah mengikat hubungan. Semua teman di tempat dimana mereka mengenyam pendidikan pun tahu itu. Sering sekali teman-teman mereka memberi selamat dan meminta imbalan dari pemberian selamat tadi.
Tapi sang pengecut hanya tersenyum dan sering sekali berkata "dia sudah punya cowok, mana mungkin kami jadian??"
Sang pengecut tetap tidak dipercaya.
Memang, mereka seperti sudah seperti sepasang kekasih. Padahal sudah ada pangeran yang menanti sang wanita disana. Hmm, sang pengecut yang salah atau sang wanita??
bersambung . . .





22nya salah,. kudu nya bisa tegas,.
jgn bohong ama diri sendiri,.
hho . .
bohong demi kebaikan gpp . .
ini crita lamaa og,hha
pengen nulis aja..