HIMFA UII - Kegiatan Aksi Simpatik Tentang Issue PPA
Sejalan dengan adanya issue-issue miring tentang Phenylpropanolamine (PPA), kami Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA) UII mengadakan suatu kegiatan aksi simpatik berupa penyuluhan atau pemberitahuan kepada masyarakat bahwa PPA yang digunakan di indonesia, saat ini masih relatif aman dikarenakan dosis yang di gunakan di indonesia tidak sebesar yang dipakai di Amerika. Kegiatan ini kami lakukan di sepanjang jalan Malioboro pada minggu 3 Mei 2009.
Kami ditugaskan untuk membagikan selebaran brosur dari BPOM serta menjelaskan apa yang ada yang tertulis didalamnya. Banyak hal yang menggelikan saat berlangsungnya kegiatan ini. Semisal saya dan banyak juga teman saya yang mengalaminya, saat kami menyapa seorang pejalan kaki ;
aku sapa dia seperti ini "permisi mas, bisa minta waktunya sebentar"
pejalan kaki mnjawabnya "gak bisa mas!" sambil ketakutan seolah-olah saya menawarkan sesuatu yang bersifat penipuan.
Ada juga salah seorang teman saya sedang memberikan penjelasan tentang PPA, ternyata ia menjelaskan kepada seorang sales yang sedang promosi buku,hha, jadi setelah temenku slese ngomong, gantian bapak salas yang ngomong nawarin bacaan ga tau tentang apa, sekilas tentang yang berbau moral gitu.
Kemudian saya, ketika memberikan brosur, langsung ditolak mentah-mentah, katanya "maaf mas saya nggak beli obat",hyaaaaaa, sapa yang jualan obat mas?!!huhuhu, mungkin dia bisa bilang gitu karna cover dari brosurnya bergambar kemasan PPA. Kaya gini ni
Namun sebelum brosur itu selesai di bagikan, kami mendapat teguran dari seseorang yang tak jelsa asal-usulnya, tiba-tiba ia memberikan amplop yang isinya harus disampaikan ke dekan.
hmm, ini hanya karena masalaah penandaan pada brosur yang sebetulnya kami sudah melakukan pembenaran dengan menempelkan kertas label untuk menutupi tanda tersebut dan menggantinya. Pada brosur tertulis seperti "dosis dewasa > 25mg setiap 4 jam" dan tanda ">" sudah kami tutupi dengan kertas label dan kami ganti dengan tanda sebaliknya yaitu "<".
Memang sebuah tanda tersebut bisa berakibat fatal. Sebelumnya memang ada sebagian brosur yang belum kami ganti tandanya, itu karna sebagian dari kami belum tahu. Dan setelah kami tahu kalau itu salah cetak, kami langsung ganti tanda itu seketika. Kamipun langsung menghentikan kegiatan itu dan kembali ke posko yang ada di benteng vredeburg.
Hyaaa, setelah semuanya selesai tiggal waktunya bernarsis-narsis dah, hhaa.
Dari kegiatan tersebut ternyata banyak orang yang tidak mengetahui issue tentang PPA, itu malah bagus dari pada mereka harus begejolak tentang penggunaan obat flu.
Buat yang dapet issue tentang bahaya PPA, saya hanya ingin menyampaikan kalau semua merk dagang obat flu diIndonesia sudah dibatasi dosis takaran PPA yaitu sampai dengan 25mg/hari, dengan demikian obat-obat flu dinegara kita masih tergolong aman untuk di konsumsi.





Currently have 0 komentar: